Baru-baru ini, halaman media sosial Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerbitkan foto yang menunjukkan gadis Twitter Aleppo Bana Alabed dan keluarganya dalam sebuah jamuan di istana presiden di Ankara. Sputnik dalam laporannya pada Kamis (23/12) menyebut bahwa karena foto itulah kemudian menjadi terbongkar bahwa ternyata ayah Bana ini terkait dengan teroris.
Pengguna jaringan sosial telah meng-upload foto-foto di mana ayah dari bocah cilik yang mengaku berasal dari Aleppo itu duduk dengan pistol di tangannya, dikelilingi oleh orang-orang bersenjata. Dalam kedua foto wajah pria itu ditunjukkan oleh lingkaran merah.
Pengguna lain memposting beberapa foto di Facebook yang menunjukkan ayah gadis itu bersama-sama dengan teroris. Ada sebuah foto dari Bana sendiri, bersama-sama dengan laki-laki itu, yang juga terlihat di temani beberapa militan.
Salah satu pengguna Facebook juga mengingat dengan jelas bahwa sebelumnya Bana telah menulis di Twitter bahwa ayahnya dibunuh. Namun, sekarang yang terlihat bahwa ayah yang katanya sudah tewas itu terlihat masih hidup dan dalam kesehatan yang baik di Turki.
Ada sebuah foto di mana ayah dari Bana berdiri dengan pistol di tangannya dan di belakangnya, di dinding terdapat bendera Daesh/ISIS.
Bana adalah gadis kecil berusia 7 tahun. Ibunya, Fatemah mengaku seorang guru bahasa Inggris dan pencipta akun Twitter Bana ini pada bulan September, ketika pasukan Bashar al-Assad dengan dukungan Rusia menyerbu bagian timur Aleppo yang dikuasai pemberontak.
Akun Bana ini, �diverifikasi� oleh Twitter dibuat tiga bulan yang lalu, dan sejak itu mengumpulkan lebih dari 310.000 pengikut. Cuitan-cuitan yang ditulis oleh Bana dan ibunya, Fatemah, yang mengatakan ia mengajar putrinya untuk berbicara bahasa Inggris, menggambarkan kehidupan di bawah pengepungan di Aleppo timur.
Banyak yang menyebut bahwa keaslian akun dipertanyakan, menunjuk ke sebuah video di mana ketika Bana berbicara terlihat bahwa ia sebenarnya membaca dari sebuah prompt. Hal ini juga tidak jelas apakah pos Bana adalah asli, karena setiap pengguna, di mana saja di dunia dapat mengirim dari akun itu, selama mereka memiliki password.
Karena liputan media yang sangat luas, Bana menjadi semacam ikon perang Suriah dan bahkan disebut �Anne Frank Aleppo�. - ArrahmahNews
Dunia Manca
Jumat, 23 Desember 2016
Sekjen Hizbullah: Teroris Takfiri Bukan Islam dan Tak Punya Hubungan Dengan Nabi Muhammad Saw
Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon mengatakan militan Takfiri yang telah melakukan kejahatan keji di Timur Tengah dan Afrika Utara, tidak memiliki hubungan dengan Islam dan tokoh agama yang paling dihormati Nabi Muhmamd SAW.
Hassan Nasrallah menyatakan bahwa upaya untuk menodai citra Islam telah memasuki fase baru, dan menekankan bahwa semua Muslim menanggung tanggung jawab untuk mengutuk kekejaman militan Takfiri dan memperkenalkan kepada masyarakat internasional bahwa kejahatan mereka tidak sama sekali terkait dengan Islam.
Dia juga menyatakan bahwa ideologi di balik ekstrimisme berasal dari Wahabisme, dan Wahabi telah menutup mata atas masalah kritis Muslim, khususnya di Palestina.
Nasrallah melanjutkan dengan mengatakan bahwa umat Islam di seluruh dunia harus mengecam kebiadaban ekstrimis Wahabi, dan tidak ada agama atau ideologi yang setuju dengan kebengisan kelompok teroris Takfiri Daesh/ISIS.
Sekjen Hizbullah lebih lanjut mengutuk upaya menghubungkan Daesh atau kelompok teroris lainnya dengan Islam, upaya tersebut sebagai bagian dari skenario hitam terhadap agama ilahi.
�Agama kami dan nabi kita Muhamamd SAW telah disalahgunakan dalam beberapa tahun terakhir. Takfiri adalah mereka yang telah menyalahgunakan agama kita dan Nabi kita, karena mereka melakukan kejahatan atas nama agama ini dan nabi Muhammad SAW, kekejaman Takfiri adalah pembantaian nyata kepada kemanusiaan dan budaya,� kata Nasrallah.
Nasrallah juga mengecam keras video yang dirilis ISIS baru-baru ini, yang dimaksudkan untuk menunjukkan dua tentara Turki dibakar hidup-hidup di kota barat laut Suriah, Aleppo, yang menyatakan bahwa Turki membayar harga atas dukungan mereka kepada teroris ISIS.
Dia juga mengkritik pemerintah Turki tidak menggunakan standar ganda dalam perang melawan terorisme, dan menyerukan para pejabat Turki untuk mengadopsi sikap yang jelas mengenai ISIS.
Beralih ke pembebasan Aleppo dan pengembalian kota strategis pada kontrol penuh pemerintah, Nasrallah menyatakan pembebasan Aleppo sebagai salah satu prestasi terbesar dalam pertempuran melawan teroris Takfiri.
�Dukungan yang ditawarkan oleh negara-negara Arab kepada militan di Suriah selama enam tahun terakhir melampaui tingkat bantuan yang diberikan kepada warga Palestina selama 60 tahun,� kata Sekjen Hizbullah.
Ia juga mengatakan kekalahan militan di Suriah adalah hasil dari pengorbanan bangsa Suriah, tentara serta pejuang.
Nasrallah juga mengkritik Barat dan beberapa outlet media Arab yang membuat cerita bohong di Aleppo, mengatakan jaringan media Arab dan Barat menyesatkan opini publik dunia dengan menampilkan gambar-gambar palsu setelah operasi militer Suriah di Aleppo.
�Outlet Media menunjukkan gambar anak-anak Yaman, kemudian mengklaimnya sebagai gambar anak-anak Suriah,� katanya.
Dia menggambarkan pembebasan Aleppo sebagai kemenangan besar dan kemajuan utama pada tingkat politik dan militer, serta mengatakan bahwa Amerika Serikat berusaha memblokir solusi politik di Suriah.
�Masa depan Suriah harus diputuskan oleh Suriah sendiri,� ujar Nasrallah.
Nasrallah juga menyambut pembentukan pemerintahan baru di Libanon, yang menyatakan bahwa pemerintahan baru harus mengatasi semua masalah di negara itu, dan bukan hanya cukup untuk tugas yang tercantum dalam undang-undang pemilihan.
Dia sangat menolak tuduhan bahwa Hizbullah berusaha untuk menguasai semua lembaga di Lebanon, dan menekankan bahwa gerakan perlawanan hanya ingin memastikan bahwa pemerintah Lebanon yang baru merupakan orang-orang dari semua lapisan masyarakat. (ARN)
Hassan Nasrallah menyatakan bahwa upaya untuk menodai citra Islam telah memasuki fase baru, dan menekankan bahwa semua Muslim menanggung tanggung jawab untuk mengutuk kekejaman militan Takfiri dan memperkenalkan kepada masyarakat internasional bahwa kejahatan mereka tidak sama sekali terkait dengan Islam.
Dia juga menyatakan bahwa ideologi di balik ekstrimisme berasal dari Wahabisme, dan Wahabi telah menutup mata atas masalah kritis Muslim, khususnya di Palestina.
Nasrallah melanjutkan dengan mengatakan bahwa umat Islam di seluruh dunia harus mengecam kebiadaban ekstrimis Wahabi, dan tidak ada agama atau ideologi yang setuju dengan kebengisan kelompok teroris Takfiri Daesh/ISIS.
Sekjen Hizbullah lebih lanjut mengutuk upaya menghubungkan Daesh atau kelompok teroris lainnya dengan Islam, upaya tersebut sebagai bagian dari skenario hitam terhadap agama ilahi.
�Agama kami dan nabi kita Muhamamd SAW telah disalahgunakan dalam beberapa tahun terakhir. Takfiri adalah mereka yang telah menyalahgunakan agama kita dan Nabi kita, karena mereka melakukan kejahatan atas nama agama ini dan nabi Muhammad SAW, kekejaman Takfiri adalah pembantaian nyata kepada kemanusiaan dan budaya,� kata Nasrallah.
Nasrallah juga mengecam keras video yang dirilis ISIS baru-baru ini, yang dimaksudkan untuk menunjukkan dua tentara Turki dibakar hidup-hidup di kota barat laut Suriah, Aleppo, yang menyatakan bahwa Turki membayar harga atas dukungan mereka kepada teroris ISIS.
Dia juga mengkritik pemerintah Turki tidak menggunakan standar ganda dalam perang melawan terorisme, dan menyerukan para pejabat Turki untuk mengadopsi sikap yang jelas mengenai ISIS.
Beralih ke pembebasan Aleppo dan pengembalian kota strategis pada kontrol penuh pemerintah, Nasrallah menyatakan pembebasan Aleppo sebagai salah satu prestasi terbesar dalam pertempuran melawan teroris Takfiri.
�Dukungan yang ditawarkan oleh negara-negara Arab kepada militan di Suriah selama enam tahun terakhir melampaui tingkat bantuan yang diberikan kepada warga Palestina selama 60 tahun,� kata Sekjen Hizbullah.
Ia juga mengatakan kekalahan militan di Suriah adalah hasil dari pengorbanan bangsa Suriah, tentara serta pejuang.
Nasrallah juga mengkritik Barat dan beberapa outlet media Arab yang membuat cerita bohong di Aleppo, mengatakan jaringan media Arab dan Barat menyesatkan opini publik dunia dengan menampilkan gambar-gambar palsu setelah operasi militer Suriah di Aleppo.
�Outlet Media menunjukkan gambar anak-anak Yaman, kemudian mengklaimnya sebagai gambar anak-anak Suriah,� katanya.
Dia menggambarkan pembebasan Aleppo sebagai kemenangan besar dan kemajuan utama pada tingkat politik dan militer, serta mengatakan bahwa Amerika Serikat berusaha memblokir solusi politik di Suriah.
�Masa depan Suriah harus diputuskan oleh Suriah sendiri,� ujar Nasrallah.
Nasrallah juga menyambut pembentukan pemerintahan baru di Libanon, yang menyatakan bahwa pemerintahan baru harus mengatasi semua masalah di negara itu, dan bukan hanya cukup untuk tugas yang tercantum dalam undang-undang pemilihan.
Dia sangat menolak tuduhan bahwa Hizbullah berusaha untuk menguasai semua lembaga di Lebanon, dan menekankan bahwa gerakan perlawanan hanya ingin memastikan bahwa pemerintah Lebanon yang baru merupakan orang-orang dari semua lapisan masyarakat. (ARN)
Presiden Gambia Tolak Mundur, Negara Afrika Barat Siaga 1
Blok regional Afrika Barat, ECOWAS menyatakan pasukan negara-negara Afrika barat saat ini dalam kondisi siaga satu. Pasukan ini sewaktu-waktu bisa dikirim ke Gambia, untuk memaksa presiden negara itu, Yahya Jammeh tetap menolak untuk mundur.
"ECOWAS telah menempatkan pasukan dalam posisi siaga dalam kasus Presiden Gambia Yahya Jammeh, jika dia tetap menolak mundur ketika mandatnya berakhir pada 19 Januari mendatang," kata Presiden ECOWAS, Marcel de Souza dalam sebuah pernyataan.
"Para pemimpin di kawasan telah menawarkan Jammeh cara yang terhormat untuk mundur, tetapi jika dia tidak mengambilnya maka pasukan bisa dikerahkan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Jumat (23/12).
ECOWAS sendiri sebelumnya memang telah meminta secara baik-baik kepada Jammeh, agar dia mundur dari posisinya saat ini dengan damai. Namun, Jammeh justru menolak dan mengecam upaya tersebut.
"Saya bukan pengecut. Hak saya tidak bisa diintimidasi dan dilanggar. Ini adalah posisi saya. Tidak ada yang bisa menghalangi saya dari kemenangan kecuali Allah SWT. Pertemuan ECOWAS adalah formalitas. Sebelum mereka datang, mereka sudah mengatakan Jammeh harus mundur. Saya tidak akan mundur," ucap Jammeh beberapa waktu lalu.
Desakan untuk mundur ini datang setelah Jammeh menolak hasil pemilu di Gambia, dimana dia kalah oleh Adama Barrow. Jammeh pada awalnya sejatinya menerima hasil pemilu yang dilihat sebagai momen penuh harapan itu.
Namun, tidak lama berselang, ia merubah keputusannya dan mengatakan ia akan menantang hasil pemilihan ke Mahkamah Agung. Jammeh mengatakan bahwa pemilu pada 1 Desember lalu penuh dengan kecurangan.
"ECOWAS telah menempatkan pasukan dalam posisi siaga dalam kasus Presiden Gambia Yahya Jammeh, jika dia tetap menolak mundur ketika mandatnya berakhir pada 19 Januari mendatang," kata Presiden ECOWAS, Marcel de Souza dalam sebuah pernyataan.
"Para pemimpin di kawasan telah menawarkan Jammeh cara yang terhormat untuk mundur, tetapi jika dia tidak mengambilnya maka pasukan bisa dikerahkan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Jumat (23/12).
ECOWAS sendiri sebelumnya memang telah meminta secara baik-baik kepada Jammeh, agar dia mundur dari posisinya saat ini dengan damai. Namun, Jammeh justru menolak dan mengecam upaya tersebut.
"Saya bukan pengecut. Hak saya tidak bisa diintimidasi dan dilanggar. Ini adalah posisi saya. Tidak ada yang bisa menghalangi saya dari kemenangan kecuali Allah SWT. Pertemuan ECOWAS adalah formalitas. Sebelum mereka datang, mereka sudah mengatakan Jammeh harus mundur. Saya tidak akan mundur," ucap Jammeh beberapa waktu lalu.
Desakan untuk mundur ini datang setelah Jammeh menolak hasil pemilu di Gambia, dimana dia kalah oleh Adama Barrow. Jammeh pada awalnya sejatinya menerima hasil pemilu yang dilihat sebagai momen penuh harapan itu.
Namun, tidak lama berselang, ia merubah keputusannya dan mengatakan ia akan menantang hasil pemilihan ke Mahkamah Agung. Jammeh mengatakan bahwa pemilu pada 1 Desember lalu penuh dengan kecurangan.
Tentara Suriah Kuasai Seluruh Allepo
Komandan Angkatan Darat Suriah mengatakan tentara pemerintah telah kembali mengontrol penuh seluruh Aleppo. Dalam sebuah pernyataan, ia juga mengatakan telah mengembalikan keamanan dan stabilitas kota.
"Kota ini telah dibebaskan dari terorisme dan teroris," bunyi pernyataan itu seperti dikutip Russia Today dari kantor berita Suriah, SANA, Jumat (23/12/2016).
Pernyataan itu juga mengatakan Aleppo saat ini akan menandai titik balik dalam perang melawan terorisme. "Penyerangan ini pukulan yang menghancurkan kekuatan yang didukung sebuah rencana terorisme terhadap Suriah," tambah pernyataan itu.
Sementara itu, Palang Merah Internasional (ICRC) telah mengkonfirmasi bahwa operasi kompleks untuk mengevakuasi warga dan pemberontak yang ingin meninggalkan Aleppo telah selesai.
"Semua warga sipil yang ingin dievakuasi telah dipindahkan, termasuk mereka yang terluka dan pemberontak," kata juru bicara Komite Internasional Palang Merah, Krista Armstrong.
Pertempuran untuk Aleppo berlangsung selama hampir setengah tahun setelah Tentara Suriah pertama mengepung gerilyawan dan pemberontak berlindung di kota, pada akhir Juli lalu. Selama operasi untuk membebaskan Aleppo, lebih dari 78.000 warga sipil berhasil melarikan diri distrik timur ke daerah-daerah yang dikuasai pemerintah dengan bantuan dari Pusat untuk RekonsiliasiRusia. - Sindo
Kamis, 22 Desember 2016
Rusia: Kami Tewaskan 35 Ribu Pemberontak
Serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan 35 ribu pemberontak dan berhasil menghentikan rantai revolusi di Timur Tengah. Begitu pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.
Ia mengungkapkan bahwa pesawat Rusia telah melakukan 18 ribu terbang sorti di Suriah sejak awal operasi, menghancurkan 725 kamp pelatihan dan 405 situs pembuat senjata.
"Rantai warna revolusi yang menyebar di Timur Tengah dan Afrika telah rusak," kata Shoigu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/12/2016).
Shoigu juga mengatakan bahwa intervensi Moskow telah mencegah runtuhnya negara Suriah. Intervensi Rusia di Suriah secara luas dilihat untuk menyelamatkan pasukan Presiden Bashar al-Assad dari kekalahan. Intervensi itu juga untuk merebut kembali kontrol penuh mereka Aleppo.
Shoigu juga mengatakan pasukan rudal nuklir Rusia akan tahun depan akan membengkak oleh tiga unit tambahan dipersenjatai dengan persenjataan modern dan bahwa angkatan udara akan menerima lima pesawat pembom strategis modern.
"Kami sekarang lebih kuat daripada calon penyerang," kata Presiden Vladimir Putin di acara yang sama di Kementerian Pertahanan di Moskow.
Tapi Putin mengeluarkan peringatan terkait tumbuhnya kekuatan militer Rusia itu. "Jika tidak ingin hal itu berubah lebih baik kita tidak kehingalan fokus," katanya. - Sindo
Ia mengungkapkan bahwa pesawat Rusia telah melakukan 18 ribu terbang sorti di Suriah sejak awal operasi, menghancurkan 725 kamp pelatihan dan 405 situs pembuat senjata.
"Rantai warna revolusi yang menyebar di Timur Tengah dan Afrika telah rusak," kata Shoigu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/12/2016).
Shoigu juga mengatakan bahwa intervensi Moskow telah mencegah runtuhnya negara Suriah. Intervensi Rusia di Suriah secara luas dilihat untuk menyelamatkan pasukan Presiden Bashar al-Assad dari kekalahan. Intervensi itu juga untuk merebut kembali kontrol penuh mereka Aleppo.
Shoigu juga mengatakan pasukan rudal nuklir Rusia akan tahun depan akan membengkak oleh tiga unit tambahan dipersenjatai dengan persenjataan modern dan bahwa angkatan udara akan menerima lima pesawat pembom strategis modern.
"Kami sekarang lebih kuat daripada calon penyerang," kata Presiden Vladimir Putin di acara yang sama di Kementerian Pertahanan di Moskow.
Tapi Putin mengeluarkan peringatan terkait tumbuhnya kekuatan militer Rusia itu. "Jika tidak ingin hal itu berubah lebih baik kita tidak kehingalan fokus," katanya. - Sindo
Rusia Coba 162 Senjata Canggih Baru dalam Perang Suriah
Rusia mengakui sudah menguji 162 senjata canggih baru dalam operasi militer atau perang di Suriah. Pengakuan ini disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergey Shoigu dalam pertemuan para pejabat senior Kremlin yang dipimpin Presiden Vladmir Putin, Kamis petang.
Shoigu mengatakan tujuan utama dari operasi militer Rusia di Suriah adalah untuk mencegah disintegrasi negara tersebut. Namun, operasi militer itu dia akui juga menjadi kesempatan untuk menguji ratusan senjata canggih Moskow.
�Selama operasi di Suriah, 162 senjata canggih dan upgrade telah diuji dalam pertempuran. Mereka telah terbukti sangat efisien,� ucap Shoigu.
Menhan Rusia ini mencontohkan beberapa senjata dan alat tempur Kremlin yang diuji dalam pertempuran di Suriah. Di antaranya, pesawat jet tempur Su-30SM dan jet tempur Su-34. Kemudian, helikopter Mi-28N dan Ka-52, rudal jelajah Kalibr, serta senjata-senjata canggih lain.
Menurut Shoigu, 10 dari 162 senjata yang diuji mengungkapkan kelemahan yang belum diidentifikasi pada rentang tes. Hal itu mendorong kementeriannya untuk berhenti membelinya dan meminta para pengembang untuk memperbaikinya.
�Keterlibatan Rusia telah mencegah disintegrasi negara Suriah, merusak rantai 'revolusi warna' di Timur Tengah dan Afrika Utara, dan meluncurkan proses untuk mencapai penyelesaian politik dan rekonsiliasi antara pihak yang bertikai,� klaim Shoigu.
Shoigu lebih lanjut mengatakan, sejauh ini, 18.800 sorti dan 71.000 serangan udara telah dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia sebagai bagian dari operasi militer di Suriah. Pesawat-pesawat tempur Rusia telah menghantam ratusan kamp pelatihan, kendaraan militer, dan sistem artileri dari kelompok militan.
Tahun ini juga, ujar Shoigu, anggota-anggota NATO telah meningkatkan pengawasannya terhadap aset militer Rusia. �Intensitas pengawasan angkatan laut di dekat perairan teritorial kami telah meningkat sebesar 50 persen. Kami sedang memantau situasi dan mencegah setiap upaya untuk melanggar perbatasan laut kami,� katanya.
Menurutnya, jumlah penerbangan pesawat-pesawat NATO telah tiga kali lipat selama satu dekade terakhir, sehingga diperlukan peningkatan penyebaran jet-jet tempur Rusia untuk membayangi pesawat NATO.
NATO juga telah melakukan latihan militer dua kali lebih banyak.�Sebagian besar menargetkan Rusia,� ujarnya, seperti dikutip Russia Today, semalam (22/12/2016). Sebagai contoh, dia menunjukkan latihan perang militer Inggris yang menggunakan tank tua Soviet dan kontraktor sipil yang mengenakan seragam Rusia.
Shoigu mengatakan tujuan utama dari operasi militer Rusia di Suriah adalah untuk mencegah disintegrasi negara tersebut. Namun, operasi militer itu dia akui juga menjadi kesempatan untuk menguji ratusan senjata canggih Moskow.
�Selama operasi di Suriah, 162 senjata canggih dan upgrade telah diuji dalam pertempuran. Mereka telah terbukti sangat efisien,� ucap Shoigu.
Menhan Rusia ini mencontohkan beberapa senjata dan alat tempur Kremlin yang diuji dalam pertempuran di Suriah. Di antaranya, pesawat jet tempur Su-30SM dan jet tempur Su-34. Kemudian, helikopter Mi-28N dan Ka-52, rudal jelajah Kalibr, serta senjata-senjata canggih lain.
Menurut Shoigu, 10 dari 162 senjata yang diuji mengungkapkan kelemahan yang belum diidentifikasi pada rentang tes. Hal itu mendorong kementeriannya untuk berhenti membelinya dan meminta para pengembang untuk memperbaikinya.
�Keterlibatan Rusia telah mencegah disintegrasi negara Suriah, merusak rantai 'revolusi warna' di Timur Tengah dan Afrika Utara, dan meluncurkan proses untuk mencapai penyelesaian politik dan rekonsiliasi antara pihak yang bertikai,� klaim Shoigu.
Shoigu lebih lanjut mengatakan, sejauh ini, 18.800 sorti dan 71.000 serangan udara telah dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia sebagai bagian dari operasi militer di Suriah. Pesawat-pesawat tempur Rusia telah menghantam ratusan kamp pelatihan, kendaraan militer, dan sistem artileri dari kelompok militan.
Tahun ini juga, ujar Shoigu, anggota-anggota NATO telah meningkatkan pengawasannya terhadap aset militer Rusia. �Intensitas pengawasan angkatan laut di dekat perairan teritorial kami telah meningkat sebesar 50 persen. Kami sedang memantau situasi dan mencegah setiap upaya untuk melanggar perbatasan laut kami,� katanya.
Menurutnya, jumlah penerbangan pesawat-pesawat NATO telah tiga kali lipat selama satu dekade terakhir, sehingga diperlukan peningkatan penyebaran jet-jet tempur Rusia untuk membayangi pesawat NATO.
NATO juga telah melakukan latihan militer dua kali lebih banyak.�Sebagian besar menargetkan Rusia,� ujarnya, seperti dikutip Russia Today, semalam (22/12/2016). Sebagai contoh, dia menunjukkan latihan perang militer Inggris yang menggunakan tank tua Soviet dan kontraktor sipil yang mengenakan seragam Rusia.
Selasa, 20 Desember 2016
Agen Koalisi Zionis yang Tertangkap di Aleppo Lebih dari 100
Jumlah agen zionis internasional yang tertangkap di kota Aleppo membengkak menjadi lebih dari 100 orang. Dari jumlah itu 22 orang berasal dari Amerika dan 7 orang dari Israel.
"Kami telah mendapat konfirmasi dari sumber-sumber terpercaya kami di Suriah. Jumlahnya jauh lebih banyak dari 14 nama seperti dikeluarkan oleh seorang anggota parlemen Suriah melalui Facebook," tulis Veterans Today dalam laporannya hari ini (19 Desember).
Menurut Veterans Today, ke-14 nama yang dilaporkan tersebut berasal dari kelompok lain yang tertangkap. Adapun jumlah agen yang tertangkap dan negara asalnya adalah sbb: Amerika (22 orang), Inggris (16 orang), Perancis (21 orang), Israel (7 orang) dan Turki (62 orang).
Menurut Veterans Today, media massa internasional sengaja bungkam atas kabar yang cukup heboh ini. Namun juga disayangkan bahwa pemerintah dan media massa Suriah juga bungkam soal ini. Diperkirakan, pemerintah Suriah dan Rusia tidak ingin memperpanjang masalah dengan negara-negara pendukung pemberontak dan kini menfokuskan diri pada penyelesaian politik konflik Suriah.
"Rusia bertekad untuk membawa semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk melanjutkan perundingan, sehingga mereka tidak ingin penangkapan para perwira asing ini mengacaukan segalanya. Kita akan melihat bagaimana hasilnya di meja perundingan. Setelah itu kita akan melihat apakah rudal-rudal TOW dan MANPAD muncul di medan perang saat para teroris melancarkan serangan baru," tambah Veterans Today
14 perwira koalisi Amerika yang menjadi penasihat kelompok-kelompok pemberontak-teroris Suriah tertangkap di Aleppo hari JUmat pekan lalu (15 Desember). Demikian SouthFront melaporkan Sabtu (17 Desember).
"Dewan Keamanan PBB bertemu tidak resmi hari Jumat (16 Desember), sementara sejumlah perwira NATO tertangkap olah militer Suriah di Aleppo Timur pagi ini," tulis Fares Shehabi di akun Facebook miliknya sebagaimana dikutip SouthFront.
Fares juga merilis nama-nama dan asal negara ke-14 orang itu, yaitu:
Mutaz Kanoglu � Turki
David Scott Winer � AS
David Shlomo Aram � Israel
Muhamad Tamimi � Qatar
Muhamad Ahmad Assabian � Saudi
Abd-el-Menham Fahd al Harij � Saudi
Islam Salam Ezzahran Al Hajlan � Saudi
Ahmed Ben Naoufel Al Darij � Saudi
Muhamad Hassan Al Sabihi � Saudi
Hamad Fahad Al Dousri � Saudi
Amjad Qassem Al Tiraoui � Jordan
Qassem Saad Al Shamry � Saudi
Ayman Qassem Al Thahalbi � Saudi
Mohamed Ech-Chafihi El Idrissi � Morokko
JUrnalis Suriah Said Hilal Alcharifi juga melaporkan hal yang sama di akun Facebook-nya, namun dengan rincian yang lebih luas:
"Otoritas Suriah telah menemukan markas para perwira senior negara-negara barat di sebuah lantai dasar di Distrik Aleppo dan menangkap mereka hidup-hidup. Beberapa nama telah dibocorkan kepada wartawan Suriah, termasuk saya. Negara-negara asal para bajingan yang terlihat adalah AS, Perancis, Inggris, Jerman, Israel, Turki, Saudi, Marokko, Qatar, dan lain-lain. Saya pastikan, Suriah kini memiliki harta sangat berharga untuk melakukan negosiasi dengan negara-negara yang telah menghancurkannya," tulis Alcharifi.
Sebelumnya di bulan Desember, SouthFront telah melaporkan adanya upaya-upaya diplomatik Amerika untuk mencapai penyelesaian diplomatik di Aleppo demi menyelamatkan sejumlah perwiranya yang terperangkap di Aleppo.
SouthFront juga melaporkan bahwa para penasihat militer Inggris telah diterjunkan ke Suriah untuk menata kembali para pemberontak yang lari dari Aleppo. Hal ini dikatakan langsung oleh Menhan Inggris Michael Fallon yang mengatakan sebanyak 20 pasukan khusus Inggris telah tiba di Suriah untuk melatih para pemberontak melawan ISIS.
"Kami telah mendapat konfirmasi dari sumber-sumber terpercaya kami di Suriah. Jumlahnya jauh lebih banyak dari 14 nama seperti dikeluarkan oleh seorang anggota parlemen Suriah melalui Facebook," tulis Veterans Today dalam laporannya hari ini (19 Desember).
Menurut Veterans Today, ke-14 nama yang dilaporkan tersebut berasal dari kelompok lain yang tertangkap. Adapun jumlah agen yang tertangkap dan negara asalnya adalah sbb: Amerika (22 orang), Inggris (16 orang), Perancis (21 orang), Israel (7 orang) dan Turki (62 orang).
Menurut Veterans Today, media massa internasional sengaja bungkam atas kabar yang cukup heboh ini. Namun juga disayangkan bahwa pemerintah dan media massa Suriah juga bungkam soal ini. Diperkirakan, pemerintah Suriah dan Rusia tidak ingin memperpanjang masalah dengan negara-negara pendukung pemberontak dan kini menfokuskan diri pada penyelesaian politik konflik Suriah.
"Rusia bertekad untuk membawa semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk melanjutkan perundingan, sehingga mereka tidak ingin penangkapan para perwira asing ini mengacaukan segalanya. Kita akan melihat bagaimana hasilnya di meja perundingan. Setelah itu kita akan melihat apakah rudal-rudal TOW dan MANPAD muncul di medan perang saat para teroris melancarkan serangan baru," tambah Veterans Today
14 perwira koalisi Amerika yang menjadi penasihat kelompok-kelompok pemberontak-teroris Suriah tertangkap di Aleppo hari JUmat pekan lalu (15 Desember). Demikian SouthFront melaporkan Sabtu (17 Desember).
"Dewan Keamanan PBB bertemu tidak resmi hari Jumat (16 Desember), sementara sejumlah perwira NATO tertangkap olah militer Suriah di Aleppo Timur pagi ini," tulis Fares Shehabi di akun Facebook miliknya sebagaimana dikutip SouthFront.
Fares juga merilis nama-nama dan asal negara ke-14 orang itu, yaitu:
Mutaz Kanoglu � Turki
David Scott Winer � AS
David Shlomo Aram � Israel
Muhamad Tamimi � Qatar
Muhamad Ahmad Assabian � Saudi
Abd-el-Menham Fahd al Harij � Saudi
Islam Salam Ezzahran Al Hajlan � Saudi
Ahmed Ben Naoufel Al Darij � Saudi
Muhamad Hassan Al Sabihi � Saudi
Hamad Fahad Al Dousri � Saudi
Amjad Qassem Al Tiraoui � Jordan
Qassem Saad Al Shamry � Saudi
Ayman Qassem Al Thahalbi � Saudi
Mohamed Ech-Chafihi El Idrissi � Morokko
JUrnalis Suriah Said Hilal Alcharifi juga melaporkan hal yang sama di akun Facebook-nya, namun dengan rincian yang lebih luas:
"Otoritas Suriah telah menemukan markas para perwira senior negara-negara barat di sebuah lantai dasar di Distrik Aleppo dan menangkap mereka hidup-hidup. Beberapa nama telah dibocorkan kepada wartawan Suriah, termasuk saya. Negara-negara asal para bajingan yang terlihat adalah AS, Perancis, Inggris, Jerman, Israel, Turki, Saudi, Marokko, Qatar, dan lain-lain. Saya pastikan, Suriah kini memiliki harta sangat berharga untuk melakukan negosiasi dengan negara-negara yang telah menghancurkannya," tulis Alcharifi.
Sebelumnya di bulan Desember, SouthFront telah melaporkan adanya upaya-upaya diplomatik Amerika untuk mencapai penyelesaian diplomatik di Aleppo demi menyelamatkan sejumlah perwiranya yang terperangkap di Aleppo.
SouthFront juga melaporkan bahwa para penasihat militer Inggris telah diterjunkan ke Suriah untuk menata kembali para pemberontak yang lari dari Aleppo. Hal ini dikatakan langsung oleh Menhan Inggris Michael Fallon yang mengatakan sebanyak 20 pasukan khusus Inggris telah tiba di Suriah untuk melatih para pemberontak melawan ISIS.
Langganan:
Komentar (Atom)








