Minggu, 16 September 2012

bomber Arema LSI yang sekaligus kapten Singo Edan musim lalu, Herman Dzumafo Epandi, resmi meninggalkan Arema dan berlabuh ke Persib Bandung. Kepastian hengkangnya pemain asal Kamerun ini ditegaskan Direktur Utama Arema, Ruddy Widodo.
"Hari Kamis kemarin, dia (Dzumafo) menghubungi saya via telepon. Dia pamit dan mengatakan sudah berada di Bandung. Saya katakan terima kasih atas kerjasamanya dengan Arema dan semoga dia sukses di sana," kata Ruddy, Sabtu (15/9/2012).
Ruddy menuturkan negosiasi harga yang buntu menjadi penyebab pemain bernomor-punggung 99 saat bersama Arema ini hengkang. Meski begitu, Ruddy enggan menyebutkan nilai negosiasi harga antara manajemen dengan Dzumafo.
"Tidak etis kalau jumlahnya disebutkan di publik. Intinya, kami masih ingin dia bersama-sama kita, tapi tidak ketemu jodoh harganya. Itu saja," sambungnya.
Ruddy membeberkan jika kontrak Dzumafo sedianya berakhir akhir September ini. Tapi manajemen merelakannya karena memang sudah mustahil bertemu kesepakatan harga.
"Aslinya dia masih sampai September. Tapi kami tidak lagi mempermasalahkan itu karena toh tinggal beberapa hari saja. Waktu bicara ditelepon, dia bilang belum menandatangani kesepakatan dengan Persib karena masih ingin menghormati Arema dan Aremania walau dia sekarang sudah di Bandung. Buat saya, yang dilakukan Dzumafo ini merupakan ciri pemain profesional top. Semoga saja pilihannya ke Bandung merupakan pilihan tepat dan dia bisa makin bersinar di sana," urai Ruddy.
Mengenai pengganti Dzumafo, Ruddy mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih Arema, Paulo Camargo, untuk memutuskan skuad legiun asing untuk Arema.
"Seperti yang saya bilang kemarin-kemarin, kalau urusan pemain asing, itu nanti kami serahkan semuanya kepada pelatih kepala," tukasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar