Pelatih Arema LSI, Paulo Camargo, dipastikan tertunda kedatangannya di Kanjuruhan dari jadwal semula yang direncakan Sabtu (15/9/2012) ini. Manajemen Arema pun belum bisa memastikan kapan tepatnya mantan pelatih Persibo Bojonegoro ini mulai membesut Benny Wahyudi Cs.
"Dia (Camargo) batal datang Sabtu, dan kami juga masih tunggu kabarnya lagi," kata Direktur Utama Arema, Ruddy Widodo, ketika ditemui di Kantor Arema, Jumat (14/9/2012).
Kabar yang beredar di kalangan jurnalis, Camargo masih digandoli konsorsium LPIS karena desas-desusnya, pelatih yang membawa Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) merebut Piala Indonesia 2012 ini digadang-gadang akan menggantikan Aji Santoso di Timnas U-22 PSSI pimpinan Djohar Arifin.
Ketika dikonfrontir, Ruddy berkata ringan jika kabar itu bisa saja benar tapi bisa juga tidak. "Itu analisa sampean saja, mas, yang menghubung-hubungkan keterlambatan Camargo dengan isu-isu itu," ujar Ruddy yang juga pengusaha travel ini.
Ruddy menuturkan jika keterlambatan Camargo bisa jadi karena yang bersangkutan masih ada urusan pribadi di kampung halamannya, Brazil.
Saya terakhir bertemu hari Sabtu tanggal 1 September. Dia bilang akan pulang hari Selasanya, tapi ternyata mundur jadi hari Jumat karena ada urusan penting dengan penyelenggara liga.
"Dia ijinnya 10 hari yang terhitung Selasa, tapi akhirnya mundur jadi jumat. Kalau saya melihatnya, tertundanya Camargo karena mundurnya hari dia pulang. Jika dihitung, dia masih ada sisa tiga hari sampai batas waktu ijin 10 hari yang diminta habis," urai Ruddy.
Ketika diminta pendapatnya apakah pertemuan dengan penyelenggara liga (LPIS), Camargo digandoli karena dijanjikan menjadi pelatih Timnas U-22, Ruddy berkata diplomatis jika hal itu adalah hak pribadi Camargo.
"Mungkin ada beberapa urusan yang belum selesai, saya juga tidak tahu," ucapnya.
Saat ditanya mengenai kesepakatan manajemen dengan Camargo, Ruddy mengungkapkan jika kesepakatan yang dilakukan masih sebatas gentleman agreement yang bersifat tidak mengikat. Manajemen pun belum membayar uang tanda jadi (DP).
"Intinya, kami sama-sama setuju untuk menjalin kerjasama secara gentelman. Kalau memang ternyata salah satu pihak membatalkan, publik yang menilai. Dari kami sendiri tetap menghormati kesepakatan itu karena kami memandang negara asal Camargo (Brazil) adalah kiblat sepakbola dunia, yang kami harapkan dia bisa membawa Arema menjadi tim yang kuat. Tidak ada alasan bagi kami untuk membatalkan kesepakatan kami dengan Camargo," tukas Ruddy. (Tribun)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar